Javis : Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS
<p><strong>Javis : Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat</strong> adalah wadah utk mempublikasikan hasil pengabdian kepada masyarakat dari para insan akademisi, praktisi, mahasiswa dan lainnya yang bergerak dibidang penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Javis diterbitkan dan dikelola secara profesional oleh Ninety Institute.</p>Ninety Instituteen-USJavis : Jurnal Pengabdian dan Inovasi MasyarakatPelatihan Pengelolaan Keuangan pada Bumdes Batulilih Desa Nyurlembang
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS/article/view/402
<p>Pelatihan pengelolaan keuangan pada Bumdes Batulilih Desa Nyurlembang betujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya tata kelola keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan sebegai dasar pengembilan keputusan. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan wawancara dan observasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan perancangan sistem informasi akuntansi sesuai kebutuhan dan yang terakhir yakni memberikan pelatihan kepada pengelola Bumdes untuk menggunakan aplikasi yang sudah dirancang.</p>FarhaAgus Khazin FauziBudimanKomariyuli AnwariyahYuni Sulpia HarianiSeptia NingsihBaiq Rabiatul Adawiyah Kartika Wulan
Copyright (c) 2025 farha
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-1821Sosialisasi Anti-Plagiarisme dan Bijak Menggunakan Media Sosial (Studi Kasus: SMP Negeri 6 Pangkalpinang)
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS/article/view/332
<p>Tujuan kegiatan sosialisasi anti-plagiarisme dan bijak menggunakan media sosial di SMP Negeri 6 Pangkalpinang agar peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai dampak plagiarisme dan berperilaku bijak dalam dunia digital. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi berupa ceramah interaktif dan diskusi. Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 29 April 2025 dengan peserta sebanyak 35 siswa kelas VIII E yang bertempat di aula SMP Negeri 6 Pangkalpinang. Melalui kegiatan ini, siswa diberi wawasan tentang definisi dan bahaya plagiarisme, serta cara menggunakan media sosial secara etis dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi peserta yaitu dengan menjawab pertanyaan kuisioner menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan pemahaman kepada peserta mengenai plagiarisme dan menggunakan media sosial, dengan rata-rata tingkat pemahaman mencapai 90%. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pola pikir dan perilaku positif siswa serta menjadi langkah yang baik dalam mencegah pelanggaran plagiarisme dan pelanggaran bermedia social sejak dini.</p> <p><em> </em></p> <p> </p>Harry PermanaIqbal Pratama PutraZahira NurshaffaPutri RantikaPutri Mentari Endraswari
Copyright (c) 2025 Harry Permana, Iqbal Pratama Putra, Zahira Nurshaffa, Putri Rantika, Putri Mentari Endraswari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-1821Membangun Identitas Remaja Melalui Pendidikan Etika Digital di Media Sosial SMPN 2 Mendo Barat
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS/article/view/329
<p>Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak signifikan terhadap perilaku remaja, khususnya dalam penggunaan media sosial. Minimnya pemahaman tentang etika digital menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai permasalahan seperti penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, hingga cyberbullying. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMPN 2 Mendo Barat dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap pentingnya etika digital. Metode yang digunakan meliputi presentasi interaktif, diskusi kasus nyata, dan evaluasi berbasis pertanyaan reflektif. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman siswa meningkat terutama dalam prinsip-prinsip etika digital seperti kejujuran, tanggung jawab, privasi, empati, dan berpikir kritis. Sebanyak 46% siswa merespons pertanyaan tentang pentingnya etika, dan 26% menjawab dengan benar, 60% merespons pertanyaan mengenai prinsip etika digital dan 33% menjawab benar. Sementara itu, 33% siswa merespon dan hanya 13% siswa yang dapat menjawab pertanyaan tentang pentingnya pendidikan etika digital sejak dini. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan efektif namun masih perlu penguatan. Oleh karena itu, pengabdian lanjutan disarankan dilakukan melalui program berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan penggunaan media pembelajaran digital yang menarik.</p>RapinaRazen SyahputraIkhwan Fitrah AlbuchoriWildan Nashuha YusufPutri Mentari EndraswariIski Zaliman
Copyright (c) 2025 Rapina, Razen Syahputra, Ikhwan Fitrah Albuchori, Wildan Nashuha Yusuf, Putri Mentari Endraswari, Iski Zaliman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-1821Pengenalan dan Strategi Menghadapi Ancaman Siber Pada Aktivitas Pendidikan di Era Digital
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS/article/view/341
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ancaman siber serta membentuk strategi perlindungan keamanan informasi dalam aktivitas pendidikan digital. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, ancaman terhadap data dan privasi pengguna semakin kompleks dan beragam, terutama di kalangan pelajar yang aktif menggunakan media digital. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Mendo Barat dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mencangkup observasi awal, perencanaan sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terkait bentuk ancaman siber serta kemampuan siswa dalam mengidentifikasikan dan menerapkan tindakan pencegahan, seperti menjaga kerahasiaan data pribadi, waspada terhadap tautan mencurigakan, dan tidak login sembarangan di perangkat publik. Indeks pemahaman siswa meningkat dari rata-rata 18% sebelum sosialisasi menjadi 80% setelahnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi keamanan digital sedini mungkin untuk membangun kesadaran siber di lingkungan pendidikan.</span></p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong><span style="font-weight: 400;">: </span><span style="font-weight: 400;">Ancaman Siber, Era Digital, Keamanan Informasi, Pendidikan, Sosialisasi.</span></p>Kinanda SuwidaCahya Annisa Agustin
Copyright (c) 2025 kinanda suwida, cahya annisa agustin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-1821Peningkatan Literasi Digital Remaja Melalui Edukasi Etika Bermedia Sosial di SMPN 2 Merawang
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS/article/view/331
<p>Perilaku remaja telah dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan teknologi <br>informasi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. Media sosial <br>memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menghadirkan bahaya moral seperti <br>penyebaran kebohongan, cyberbullying, dan pelanggaran privasi. Dengan <br>mengajarkan etika bermedia sosial di SMPN 2 Merawang, proyek pengabdian ini <br>bertujuan untuk meningkatkan literasi digital para remaja. Ceramah, percakapan, ice <br>breaking, dan tes penilaian adalah bagian dari strategi sosialisasi langsung yang <br>interaktif. Pada tanggal 23 April 2025, kegiatan ini dilakukan dengan siswa kelas 8A <br>sebanyak 18 peserta. Contoh-contoh perilaku yang tidak etis, pengenalan etika <br>digital, dan saran tentang cara menggunakan media sosial secara bertanggung jawab <br>semuanya tercakup dalam presentasi. Dengan rata-rata jawaban benar sebesar 90% <br>pada kuis, hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta memiliki minat <br>yang tinggi dan pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran. Pengetahuan siswa <br>tentang nilai etika media sosial meningkat secara efektif melalui instruksi ini. <br>Kegiatan ini dapat diperluas ke ruang lingkup yang lebih besar dan diharapkan dapat <br>menjadi langkah awal dalam mengembangkan karakter remaja yang bertanggung <br>jawab dengan teknologi.</p>Nayla AzariaMegawatiDavin PramudiaOkki DarmawanPutri Mentari Endraswari
Copyright (c) 2025 Nayla Azaria, Megawati, Davin Pramudia, Okki Darmawan, Putri Mentari Endraswari
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-1821Peningkatan Kesadaran Etika Siswa Jurusan TKJ SMKN 1 Sungailiat Dalam Penggunaan AI
http://ojs.ninetyjournal.com/index.php/JAVIS/article/view/326
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan banyak manfaat, namun juga menimbulkan tantangan etis, terutama bagi generasi muda yang aktif menggunakannya. Sayangnya, kesadaran etika dalam pemanfaatan AI di kalangan pelajar masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman etis siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN 1 Sungailiat dalam penggunaan AI secara bertanggung jawab. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penentuan target peserta, sosialisasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar dan diskusi interaktif, dengan materi yang mencakup konsep dasar AI, risiko etis, bias algoritma, dan pentingnya privasi data. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa, dengan rata-rata peningkatan pemahaman lebih dari 50% dan capaian nilai post-test di atas 70%. Antusiasme peserta serta efektivitas metode yang digunakan menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi etika teknologi. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan belum adanya praktik langsung penggunaan AI. Ke depan, kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan dengan integrasi praktik langsung dan kurikulum etika digital di sekolah.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: AI, bias algoritma, etika, kecerdasan buatan, literasi digital, privasi data</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The rapid advancement of artificial intelligence (AI) technology offers numerous benefits but also presents ethical challenges, particularly for the younger generation who actively use it. Unfortunately, ethical awareness in the use of AI among students remains relatively low. This community service activity aims to enhance the ethical understanding of students in the Computer and Network Engineering (TKJ) department at SMKN 1 Sungailiat regarding responsible AI usage. The methods used include preliminary observations, target group identification, socialization, and evaluation through pre-tests and post-tests. The activity was conducted in the form of seminars and interactive discussions, covering topics such as basic AI concepts, ethical risks, algorithmic bias, and data privacy. The results showed a significant improvement in students' understanding, with an average increase of more than 50% and post-test scores exceeding 70%. Students’ enthusiasm and the effectiveness of the methods used indicate that the program successfully increased their digital ethics literacy. Challenges faced included limited time and the absence of direct AI usage practice. In the future, this activity could be developed into a sustainable program through the integration of hands-on practice and digital ethics curriculum in schools.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> AI, algorithmic bias, artificial intelligence, data privacy, digital literacy, ethics</em></p>Firman AliHikmal Dwi Rifa'iMuhammad Rizki Adhansyah
Copyright (c) 2025 Firman Ali, Hikmal Dwi Rifa'i, Muhammad Rizki Adhansyah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-182025-12-1821